8 Alasan Kunjungi Timor Barat

8 Alasan Kunjungi Timor Barat

81
0
SHARE
loading...
Rate this post

SELEBUZZ.CO.ID – Infrastrukturnya memang minim, tapi Timor Barat sebenarnya menyimpan segudang anugerah: pantai berpasir putih, pegunungan menawan, desa tradisional, serta masyarakat yang ramah. Perjalanan sederhana di sini dapat berujung pada petualangan dan, bisa jadi, penemuan.

1. The Fatumnasi Mountains

Dengan ketinggian rata-rata lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut, Fatumnasi adalah tempat di mana awan nyaris tergapai dan suhu bisa turun hingga satu digit. Kehangatan satu-satunya bisa didapat dari darah yang mengalir deras saat menyaksikan pemandangan indah. Aktivitas yang bisa dilakoni di Fatumnasi cukup beragam, mulai dari tur ke kawasan pedesaan hingga trekking di Cagar Alam Gunung Mutis. Fatumnasi berjarak sekitar 38 kilometer dari Soe, Ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan.

2. The Temple of Heaven

Pusat keramaian yang berada tepat di pantai ini pantas disambangi untuk menyelami kehidupan kaum nelayan di Kupang. Aktivitas dimulai pagi-pagi sekali saat kapal penangkap ikan merapat. Jika air laut tengah surut, pemandangan jadi sangat menarik. Kapal yang harus lego jangkar agak jauh dari dermaga akan diburu oleh para pedagang. Persaingan untuk memperoleh tangkapan terbaik dan proses tawar-menawar digelar sembari berendam di air. Layaknya pasar ikan, Oeba menawarkan aneka seafood segar. Beberapa pedagang memanggang ikan dengan racikan garam dan cuka.

3. Sweet Tuak

Disadap dari sari lontar, tuak manis sangat ampuh dalam melawan dahaga. Tapi warga menyukainya karena alasan lain. Dengan kadar gula yang melimpah, minuman ini dipandang sebagai sumber energi. Mendapatkannya bukanlah perkara rumit, terutama di awal musim kemarau. Hanya diperlukan sedikit kejelian untuk menemukan pedagang keliling yang menjinjing cawan dari pohon lontar.

4. Oenesu Waterfall

Air terjun ini menawarkan kesegaran di bumi Timor yang terkenal kering. Dibandingkan air terjun lain, Oenesu tak pernah berhenti mengalir meski di musim kemarau. Strukturnya juga cukup apik: menampilkan tiga tingkat air terjun yang dipayungi hutan sebagai kanopi alami. Oenesu berjarak sekitar 17 kilometer dari jalan raya yang menghubungkan Kupang dengan Tablolong, jadi sangat cocok jika dikombinasikan dengan trip ke Pantai Tablolong.

5. Museum NTT

Layak dijadikan titik-tolak dalam ekspedisi budaya, museum ini menyimpan beragam benda yang menceritakan kebudayaan dan sejarah Nusa Tenggara Timur. Patung antik, kain tenun, perkakas batu, senjata tradisional, serta fosil purba hanyalah sebagian dari koleksinya. Mayoritas artefak tersebut berasal dari Flores, Sumba, dan Timor Barat. Museum ini terletak di Jalan Raya El Tari No. 2, Kupang.

6. Temkessi Village

Mistis namun indah, asing sekaligus bersahabat. Temkessi akan melemparkan Anda jauh ke masa silam. Persis di bawah puncak gunung batu gamping yang menjulang, rumah-rumah tradisional berdiri mengikuti kontur perbukitan. Nyaris seluruhnya dibangun tanpa menggunakan sebatang pun paku. Temkessi berjarak sekitar 40 kilometer sisi barat laut Kefamenanu, Ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara. Pastikan Anda membawa sirih pinang sebagai persembahan bagi raja, sekaligus tali persahabatan dengan masyarakat.

7. Boti Village

Terkurung oleh perbukitan terjal di sisi selatan Timor Barat, Desa Boti adalah suaka budaya yang menyimpan adat-istiadat berusia ratusan tahun. Berbeda dari mayoritas warga Timor yang menganut Protestan, Suku Boti masih memegang teguh kepercayaan animisme kuno Halaika. Uniknya lagi, desa ini memiliki sistem pemerintahannya sendiri dengan pimpinan berstatus raja. Pengunjung sebaiknya datang bersama pemandu (Jimry Alexander, T. 62 852 5314 0128).

8. Tablolong Beach

Di Timor Barat, Anda tidak akan pernah benar-benar jauh dari barisan pantai indah. Pantai Tablolong adalah salah satunya. Membentang di sisi barat daya kota Kupang, pesisir ini bisa dicapai dalam waktu kurang dari 60 menit berkat akses jalannya yang relatif sepi kendaraan. Warga Kupang biasanya mendatangi tempat ini di akhir pekan untuk membenamkan jari-jari di pasir putih, menyapa warga desa nelayan, dan menikmati atmosfer tropis.

(end)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY