Abu Dhabi dalam Angka-angka

Abu Dhabi dalam Angka-angka

54
0
SHARE
loading...
Rate this post

SELEBUZZ.CO.ID – Dengan peluncuran resor baru hampir setiap hari dan kawasan budaya yang dibuat untuk menyaingi yang paling canggih di dunia, ibukota Uni Emirat Arab ini sangat ambisius dalam hal pembangunan.

Dari Pulau Yas yang menakjubkan sampai kubah Zayed National Museum berbentuk sayap yang megah, Abu Dhabi siap untuk menjadi pusat arsitektur hebat di dunia. Memang, negara di Timur Tengah ini baru saja mengawali langkahnya. Terletak di deretan pulau-pulau yang menjorok ke teluk, kota ini memiliki rencana besar untuk cakrawalanya, dan rangkaian derek dan katrol melayang di atas lubang- lubang raksasa mengerikan sementara galeri-galeri yang dibangun secara khusus menampilkan versi miniatur dari visi Abu Dhabi di masa depan. Untuk membantu Anda, kami mencicipi sedikit calon megapolitan ini dengan menawarkan angka-angka yang penting untuk diketahui.


Persentase cadangan minyak dunia yang terkubur di bawahnya, membuat Abu Dhabi menjadi salah satu kota terkaya di dunia.

 

 

Jumlah panel LED berbentuk berlian yang digunakan untuk melapisi bagian luar Hotel Yas, yang mengangkangi sirkuit Formula Satu Abu Dhabi di Pulau Yas. Dirancang oleh konsultan arsitektur AS Asymptote, hotel dengan 499 kamar ini aerodinamis secanggih mobil Grand Prix. Waktu senja akan menampilkan strukturnya yang melengkung bercahaya dalam warna-warna pelangi yang menakjubkan. Pada siang hari, orang-orang yang memiliki nama di Abu Dhabi dapat ditemukan sedang duduk-duduk di tepi kolam renang di atap gedung hotel. Ketika Formula 1 Abu Dhabi Grand Prix (1-3 November, 2013) berlangsung mereka akan mengintip dari tepi seraya Vetel, Hamilton, dan Alonso melesat mengelilingi Circuit Yas Marina. Hotel ini juga menawarkan banyak kamar berteknologi tinggi, serta 11 restoran dan bar. Tapi jika itu belum cukup untuk membuat Anda sibuk, ada juga Ferrari World Abu Dhabi yang mencengangkan untuk dikunjungi. Di dalamnya terdapat sebuah taman hiburan, berbagai jenis lapangan golf, dan Mall Yas seluas 296.000 meter persegi yang akan segera dibuka. Sebuah tempat hiburan bernama A Warner Bros Movie World juga sedang direncanakan untuk dibangun di sana.

240 kilometer per jam

Rollercoaster tercepat di dunia, Formula Rossa – bintang di Ferrari World. Terbentang luas lebih dari 200.000 meter persegi di PulauYas, taman hiburan ini merupakan penghormatan kepada merk mobil sport ikon Italia dan menawarkan puluhan wahana dan atraksi, semua di bawah atap yang dibuat menyerupai GT Ferrari. Mereka yang tidak cukup berani untuk mencoba Rossa akan senang mendengar bahwa pilihan dengan kecepatan lebih rendah juga tersedia di sini. Termasuk sebuah pertunjukan 3D interaktif yang mengikuti kehidupan seorang insinyur Ferrari, simulator balap, Junior GT yang terbaru, dan sekolah mengemudi untuk anak-anak. Jika Anda membutuhkan pengisian bahan bakar setelah semua itu, maka Ferrari World juga menawarkan enam restoran Italia dan kafe yang melayani semua menu dari kue dan kopi sampai hidangan degustation untuk dinikmati para pengunjung.

 

Dalam kilometer persegi, Pulau Saadiyat (Kebahagiaan) milik Abu Dhabi, yang segera menjadi sebuah distrik budaya untuk menyaingi tempat-tempat serupa di Eropa. Dirancang untuk menjadi pusat dari pulau di lepas pantai ini, tempat ini akan mempertemukan kreasi dari lima arsitek dunia yang paling terkenal. Pemenang Pritzker Prize Jean Nouvel telah diminta untuk merancang Louvre Abu Dhabi, yang dikhususkan untuk seni rupa dan menampilkan desain yang terinspirasi oleh bentuk-bentuk geometris dari daun palma yang bertumpukan. Frank Gehry tengah mengawasi cabang terbesar di dunia dari Guggenheim, sebuah ruang untuk seni dan budaya kontemporer. Lord Norman Foster akan bertanggung jawab untuk Zayed National Museum, dengan mengambil bentuk desain dari ujung sayap elang. Akhirnya, Zaha Hadid dan arsitek Jepang Tadao Ando masing-masing telah diminta untuk menggarap Pusat Seni Pertunjukan dan Museum Bahari di pulau itu. Semua bangunan luar biasa ini akan menyambut pengunjung yang terkagum-kagum pada tahun 2020.

Jumlah lapangan sepak bola yang akan dilayani proyek pembangkit listrik tenaga surya Shams 1 milik Abu Dhabi ketika proyek pembangkit tenaga listrik revolusioner ini mulai beroperasi pada awal 2013. Menempati sebuah lokasi terpencil di gurun, proyek ini adalah yang terbesar dari jenisnya di Timur Tengah dan diharapkan dapat memasok daya kepada sekitar 20.000 rumah saat beroperasi dalam kapasitas penuh, serta membantu Abu Dhabi mencapai targetnya untuk menghasilkan tujuh persen listrik dari sumber energi terbarukan pada tahun 2020.

Jumlah ton wol dan kapas yang digunakan untuk menenun karpet yang menutupi lantai di Masjid Agung Sheikh Zayed. Memerlukan waktu dua tahun bagi 1.200 pengrajin Persia untuk menyelesaikan karpet yang ditenun dalam 25 warna ini. Selain itu, karpet yang diduga merupakan yang terbesar di dunia ini dapat menampung hingga 7.000 jamaah sekaligus. Lihat ke atas dan Anda akan sama terpesonanya karena chandelier masjid yang tingginya 15,24 meter ini dibuat dari logam berlapis emas dengan taburan ribuan kristal Swarovski. .

Dalam kilometer persegi, luas dari apa yang disebut Daerah Kosong (Rub ‘al Khali) atau gurun pasir terbesar di dunia yang mencakup sebagian besar wilayah UAE serta bagian-bagian besar dari negara-negara tetangga. Daerah Kosong ini mudah dicapai, cukup berkendara ke selatan kota Abu Dhabi dan Anda akan sampai di tengah perbukitan pasir besar berwarna oranye, beberapa di antaranya memiliki ketinggian lebih dari 250 meter. Perbukitan pasir ini membentang sampai cakrawala berupa hamparan pasir yang tak terputus oleh semak-semak, pohon atau jalan. Bahkan, satu-satunya pembangunan yang akan Anda temukan di sini adalah Qasr Al Sarab Desert Resort oleh Anantara, yang terletak di tengah-tengah Oasis Liwa. Menawarkan 206 kamar mewah ditambah kolam renang yang dikelilingi pohon palem, resor ini sangat berguna di bagian dunia dengan suhu harian rata-rata mencapai 47 derajat celcius yang membakar.

Dalam dolar Amerika, biaya inap satu malam di Palace Suite, Emirates Palace Hotel Abu Dhabi yang dikelola Kempinski. Harga yang kecil mengingat pemilik hotel menggelontorkan hingga lebih dari USD 3 miliar untuk membangun monolit ini. Hotel yang pertama kali di buka pada tahun 2005 ini menjadi hotel yang termahal kedua yang pernah dibangun. Membentang di area seluas satu juta meter persegi, istana ini cermin hidup berlebihan. Ada helipad pribadi, marina, dan pantai, dan kamar suite dengan dinding berpanel sutra, cermin berlapis emas, dan lantai marmer. Sementara itu, 15 restoran hotel menghidangkan sampanye Palace yang menjadi ciri khasnya dengan harga sekitar USD 2.500 per botol. Sempurna bila dipasangkan dengan seporsi kaviar Iran atau Rusia.

 

Jumlah Dirham emirat (atau sekitar USD 1.450) yang harus Anda gelontorkan untuk membeli sebuah kalung panda dari mesin Gold to Go, yaitu vending machine yang hanya ditemukan di Hotel Emirates Palace.

Kecepatan, dalam kilometer per jam, burung elang – burung nasional UEA – dalam menyambar mangsanya. Hal ini membuat elang menjadi makhluk tercepat yang bergerak di bumi. Burung-burung pemburu mulia ini begitu dihormati di Abu Dhabi sehingga mereka bahkan memperoleh fasilitas pengobatan sendiri. Abu Dhabi Falcon Hospital, di mana spesialis melakukan segala sesuatu dari manikur elang sampai operasi besar dan penelitian genetik. Rumah sakit ini juga memiliki sebuah museum kecil yang menyoroti peran makhluk-makhluk yang hebat ini dalam sejarah dan budaya Emirat.

(end)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY