Anak Perancis Tidak Suka “Ngambek”

Anak Perancis Tidak Suka “Ngambek”

46
0
SHARE
loading...
Rate this post

SELEBUZZ.CO.ID – Anda mungkin pernah berhadapan dengan situasi bocah lucu berubah jadi “monster cilik“ saat merengek ingin sesuatu di supermarket. Beda halnya di Perancis, anak-anaknya dikenal tidak suka “ngambek”. Berikut rahasianya.Der erste Geburtstag (Fotolia/allari)

 

Sebelum ulang tahun pertama

Sama seperti di Indonesia, cuti hamil di Perancis hanya 3 bulan. Jika ingin cuti lebih lama, pekerjaan Si Ibu tetap dijamin, namun ia harus merelakan gajinya terpotong untuk membayar tunjangan sosial. Maka tak jarang, usai cuti hamil bayi langsung dibawa ke penitipan anak. Dampak positifnya, sejak dini anak terbiasa mengenal wajah baru, lebih cepat beradaptasi dan lebih mandiri.Deutschland Schlafendes Kind mit Teddybär (picture-alliance/dpa)

 

Tidur sendirian

Sejak kecil, anak-anak Perancis dilatih untuk tidur di tempat tidur mereka sendiri, bahkan di kamar tidur yang terpisah. Jika Si Kecil bangun di malam hari dan mulai menangis, orangtua tidak segera bergegas ke kamar anaknya. Mereka menunggu sessaat untuk memastikan seberapa penting Si Anak membutuhkan kehadiran mereka. Anak pun semakin terbiasa tidur sendirian.Deutschland Babystrand Butjadingen (picture-alliance/dpa/M. Assanimoghaddam)

 

Bebas Tanpa Batas

Anak dibebaskan melalukan apapun hingga batas yang sanggup mereka tangani sendiri. Di tempat bermain, anak tak didampingi langsung orangtua. Saat konflik antar anak terjadi, orangtua juga tidak ikut campur agar Si Kecil terlatih menyelesaikan masalah sendiri. Batasan tegas antara “sikap main-main” dan “sikap buruk” ditetapkan dan hanya perbuatan buruk yang dihukum sehingga anak paham perbedaannya.Symbolbild Großmutter mit Enkel (Fotolia/GordonGrand)

 

Boleh dititip nenek?

Setiap akhir pekan atau hari libur, keluarga besar akan berkumpul untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak. Tapi cukup hanya hari itu. Di Perancis, orang tua akan lebih sering terlihat minum kopi atau memegang segelas anggur di kafe daripada menjadi “babysitter” untuk cucu mereka. Meski demikian, nenek dan kakek berperan penting mendidik Sang Cucu terutama selama masa pertumbuhan.Baby beim Essen (picture-alliance/dpa)

 

Tidak ada makanan khusus anak-anak

Tiap keluarga di Perancis memegang teguh prinsip makan bersama harus dilakukan setidaknya sekali sehari. Tidak ada yang istilahnya “makanan khusus anak” sebab anak-anak dan orang dewasa menikmati hidangan yang sama. Bukan berarti orangtua akan memaksa anaknya menyantap menu yang tidak mereka sukai, namun ada syaratnya Si Anak setidaknya harus mencicipi dulu makanan apapun yang tersaji di meja.Symbolbild Affengeil (Colourbox)

 

Bersikap sopan

Harus bersikap baik! Semua anak Perancis tahu aturan ini. Anak-anak terbiasa menyapa tamu atau tetangga dengan ramah. Mereka juga terbiasa mengantre dengan tenang, bahkan tak sungkan memberikan tempat duduk kepada orang tua di bus. Sejak kecil bocah di Perancis mengenal empat ungkapan wajib yakni: “terima kasih,” “terima kasih kembali,” “semoga Anda memiliki hari yang baik”, dan “selamat tinggal”.Mädchen und Junge (Imago/J. Alexandre)

 

Tak perlu segera kenal “A B C”

Orangtua di Perancis akan bersikap santai jika anak mereka belum bisa membaca atau berhitung hingga berusia lima tahun. Prinsip mereka, masa kecil adalah masa indah yang patut dihabiskan hanya dengan bermain, bermimpi, menjelajahi dunia, serta untuk belajar bersikap sopan dan bertanggung jawab. Setelah ulang tahun yang ke-6 barulah anak-anak mulai belajar menulis dan berhitung.Familie Eltern Kinder Waldspaziergang Gummistiefel (Colourbox/Monkey Business Images)

 

Hari Minggu khusus keluarga

Setiap hari Minggu adalah waktu terbaik untuk piknik di taman, bermain bersama, berjalan kaki atau bersantai sambil bersepeda. Bahkan keluarga di Perancis jauh hari sudah merencanakan kegiatan apa yang akan mereka lakukan pada hari Minggu mendatang.Geldspartag ( picture-alliance/dpa/S. Marks)

 

Uang saku sesuai umur

Ketika pergi berbelanja, anak-anak Perancis tetap tenang dan tidak berisik apalagi sampai merengek bila orangtua mereka menolak membeli permen atau mainan yang terpampang di rak supermarket. Sejak berusia tujuh tahun, bocah kecil di Perancis sudah menerima uang saku dan bebas untuk membeli apapun yang mereka mau. Jumlah uang saku yang mereka terima tiap bulan sesuai dengan usia mereka.

(end)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY