Bentuk Rumah Masa Depan, Hunian Model Minimalis

Bentuk Rumah Masa Depan, Hunian Model Minimalis

127
0
SHARE
loading...
5 (100%) 1 vote

selebuzz.co.id – Banyak kalangan memprediksi bahwa di masa depan, jumlah megapolitan akan bertambah. Sejurus dengan itu, lahan untuk membangun rumah tapak pun semakin sulit didapat. Keterbatasan lahan ini membuat rumah-rumah yang dibangun mengusung konsep minimalis. Konsep minimalis dalam hal ini berbeda dengan gaya minimalis yang sekarang sedang trend.

Sebagai contoh, kita lihat R Torso C. Ini merupakan sebuah rumah mikro di Tokyo, Jepang, yang merupakan karya arsitek Yasuhiro Yamashita. Yamashita sendiri berhasil meraih dua penghargaan atas karya arsitektur yang dibuat pada 2015 tersebut. Tapi, mengapa R Torso C yang harus jadi contoh dalam rumah masa depan ini?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, baiknya kita melihat dari keadaan serta lokasi R Torso C yang berada di Tokyo, Jepang. Ibu kota Negeri Sakura itu merupakan metropolitan terbesar di dunia, sehingga bisa jadi gambaran ideal terkait kondisi megapolitan di masa depan. Beberapa hal yang menggambarkan “megacities of tomorrow” dan sudah ada di sana adalah kereta super cepat Shinkansen (500 km/jam), teknologi LCD dan mesin penjual otomatis di mana-mana, toilet berteknologi tinggi, dan berbagai hal lain yang akan membuat kita terkesan norak saat melihatnya. Terpenting, Tokyo memiliki tapak yang sangat terbatas untuk bangunan rumah tinggal.

Sementara dari segi konstruksi bangunan, R Torso C menggunakan bahan bangunan yang cerdas dan berkelanjutan dengan memaksimalkan tapak sederhana. Yamashita melakukan ini karena ia melihat permintaan akan jenis rumah unik dan individual kian tumbuh seiring kepadatan penduduk yang terus berkonsentrasi.

“Pasir sebenarnya sulit didapat di Jepang, namun secara tradisional diperlukan untuk membuat beton. Untungnya kami memiliki banyak abu vulkanik di bagian selatan negara ini, dan dengan ini kami membuat beton yang istimewa dan lebih baik, “kata Yamashita. Beton baru yang menggunakan abu vulkanik sebagai campuran pengganti pasir ini disebut shirasu.

Campuran baru ini mendapat manfaat dari reaksi pozzolanic, yang sebenarnya membuat beton lebih kuat dan lebih padat dari waktu ke waktu. Inilah yang disebut Yamashita sebagai bangunan cerdas yang berkelanjutan. “Teknik ini digunakan di Roma kuno dalam membangun Pantheon selama 2.000 tahun. Dan sebelum proyek ini, kami hanya membuang abu vulkanik yang ada di sini (Jepang),” imbuhnya seraya menambahkan kalau para arsitek percaya bahwa pengembangan teknik bangunan pintar menjadi penting untuk perkembangan kota-kota besar di masa depan.

Diramalkan, jumlah megapolitan akan bertambah di masa depan. Lahan untuk hunian pun semakin terbatas sehingga model minimalis jadi pilihan.: Hunian Model Minimalis, Bentuk Rumah Masa Depan

(end)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY