Bos First Travel kembali miskin ?

Bos First Travel kembali miskin ?

145
0
SHARE
loading...
Rate this post

SELEBUZZ.CO.ID – Sambil meneteskan air mata, Anniesa Desvitasari Hasibuan menceritakan masa-masa sulit merintis usaha. Ditemani sang suami, Andika Surachman, wanita itu membeberkan bagaimana penderitaan mereka di awal pendirian First Travel.

Andika-Anniesa memulai usaha mereka dengan menggadaikan rumah peninggalan orang tua mereka. Usahanya gagal. Rumah itu disita bank dan dilelang.

Pasangan ini pun terpaksa meninggalkan rumah itu dan mengontrak rumah petak. Dengan sepeda motor pinjaman, keduanya door to door menawarkan aneka paket wisata dan umroh.

Jangan bayangkan Anniesa Hasibuan dengan busana serba mahal dan status glamor sebagai perancang busana kala itu. Dulu dia mengaku selalu acak-acakan dan bau keringat karena harus keliling Jakarta-Depok naik motor untuk mencari klien.

“Motor itu pinjaman dari adik saya,” kata Andika dalam video yang mereka buat untuk profil First Travel.

Usaha itu pun tak selamanya mulus. Bahkan pernah listrik di rumah mereka diputus karena enam bulan nunggak.

“Usaha pun nggak ada hasilnya,” kata Anniesa sedih.

Saat itu kehidupan serba sulit. Anniesa bahkan mengaku hanya makan mie instan dicampur nasi.

“Saya buat mie, satu atau dua tapi airnya dibanyakin. Tapi kita semua ngariung, mie itu dimakan bareng adik-adik saya,” kata Anniesa.

Sebagai usahawan gagal mereka kerap dicemooh, bahkan oleh orang-orang terdekat mereka. Dicibir oleh kerabat dan tetangga rasanya sangat menyakitkan menurut Anniesa. Hal itu pula yang membuat semangatnya membaja. Dia tak mau lagi dapat penghinaan.

“Jangan sampai kita dihina lagi. Jangan sampai anak-anak saya dihina. Adik-adik saya dihina. Dari bertahan itulah kita berjuang,” katanya.

Pertama, First Travel mengontrak ruko sempit di dekat Stasiun Depok. Setelah gagal, sempat pula menjadikan garasi rumah mereka sebagai kantor.

Hoki pasangan ini mulai naik setelah beberapa instansi menggunakan jasa mereka sebagai agen umroh. Dari sana order mulai berdatangan hingga akhirnya mereka bisa menyewa gedung di kawasan Radar AURI Depok sebagai kantor pusat. Beberapa tahun kemudian First Travel akhirnya bisa membeli gedung ini menjadi milik mereka.

Konsumen makin banyak dan nama First Travel kian berkibar. Sejajar dengan travel lain yang lebih dulu merintis. Tahun 2014 sejumlah penghargaan bergengsi mereka raih.

Prestasi Anniesa Hasibuan sebagai desainer khusus busana Muslim pun makin cemerlang. Dia menggelar fashion show di berbagai belahan dunia. Puncaknya adalah saat Anniesa membawa hijab ke New York Fashion Week September 2016 lalu.

Nyaris seluruh media fashion ternama memberikan apresiasi positif atas apa yang ditampilkan Anniesa Hasibuan di jantung Amerika Serikat itu.

Elle misalnya yang menulis ‘Muslim Designer Anniesa Hasibuan Had an All Immigrant Cast of Models at NYFW.’ “Difference is not something to be afraid of- it’s something you should embrace”

Penghargaan sebagai wanita yang inspiratif juga datang dari sejumlah lembaga ternama. Di usia 30 tahun, bintangnya bersinar terang. Kini Anniesa bukan lagi wanita berkeringat yang harus mondar mandir naik motor butut keliling Jakarta Depok.

Kini dia wara-wiri di London, Paris, New York dan Dubai. Kota-kota paling gemerlap di dunia. Dia jadi sosialita sekarang. Pemilik butik hijab kelas atas sekaligus bos perusahaan First Travel yang beromset ratusan miliar rupiah.

Awan hitam di First Travel

Masalah kembali datang ke hidup Andika dan Anniessa. Sejumlah nasabah yang sudah membayar program umroh promo First Travel tak kunjung diberangkatkan. Awalnya First Travel mengaku hanya ada masalah kecil dengan maskapai. Dengan menambah Rp 2 juta, nasabah akan segera diberangkatkan.

Namun para nasabah yang semula diam, mulai berbicara. Jumlahnya ternyata ribuan. Mereka sudah menyetor Rp 14,5 juta. Ada yang sampai menggadaikan tanah dan menjual harta benda mereka demi ikut promo ini.

Puncaknya, Andika dan Anniesa ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan polisi.

“Hasil pemeriksaan kita dapatkan cukup alat bukti untuk kita tingkatkan menjadi tingkatkan tersangka kemarin dan sudah dilakukan penahanan mulai hari ini,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Hery Rudolf Nahak.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, dari 70 ribu jemaah yang mendaftarkan diri dan membayarkan uang perjalanan umrah, baru 35 ribu jemaah yang diberangkatkan. Sementara 35 ribu jemaah lainnya batal berangkat. Diperkirakan First Travel telah mengantongi uang Rp 550 miliar.

Namun anehnya, saat Bareskrim mengusut rekening perusahaan itu hanya tersimpan uang sekitar Rp 1,3 juta. Polisi pun menelusuri aliran rekening ini. Kemungkinan Bos First Travel ini bisa dijerat dengan pasal pencucian uang.

Lalu ke mana raibnya duit jemaah ini? Ada yang menyebut sebagian uang First Travel diinvestasikan di Koperasi Pandawa yang beberapa waktu lalu ternyata bodong.

Namun Kuasa hukum First Travel, Eggy Sudjana menegaskan, kliennya tak pernah menyetorkan uang nasabah ke koperasi Pandawa hingga mengakibatkan gagal memberangkatkan umrah. Eggy mengaku sejauh ini belum mengetahui dana calon jemaah umrah tersebut.

“Klien saya sudah jelas hal itu dibantah. Tidak pernah Andika (Presiden Direktur First Travel) bilang,” kata Eggy di Jakarta, Sabtu (12/8).

Eggy mengaku sempat bertemu pihak dari Kementerian Agama, kepolisian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa hari lalu. Kesepakatan yang dicapai yakni jemaah akan diberangkatkan umrah. Kesepakatan itu diambil sebelum izin First Travel dicabut.

“Dalam kurun waktu November hingga Desember. Masing-masing 5.000 sampai 7.000 jemaah per bulannya,” katanya.

Selain itu, ada juga kesepakatan pada jemaah untuk meminta uangnya kembali.

“Waktu refund disepakati antara 30 sampai 90 hari kerja. Jatuhnya sampai Desember nanti, kalau poin ini tidak dilaksanakan baru dipidanakan,”

Kasus ini belum usai. Akhir cerita pasangan Andika-Anniesa juga belum diketahui. Akankah mereka kembali bisa bersinar? Atau terpaksa makan sebungkus mie instan beramai-ramai seperti dulu?

(end)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY