Bos Playboy Hugh Hefner (1926-2017)

Bos Playboy Hugh Hefner (1926-2017)

77
0
SHARE
loading...
5 (100%) 1 vote

selebuzz.co.id – Hugh Hefner, bos majalah dewasa Playboy meninggal dunia di usia 91 tahun. Hugh meninggal di kediamannya, Playboy Mansion, pada Rabu malam waktu setempat.Slide 1 dari 28: LOS ANGELES, CALIFORNIA - 16 JANUARI: Hugh Hefner berpose pada perayaan 60 tahun Playboy pada 2014. (Foto Charley Gallay/Getty Images for Playboy)

Ikon pendiri Majalah Playboy, Hugh Hefner meninggal dunia di rumah besarnya, Mansion Playboy pada Rabu, 27 September 2017 waktu setempat. Dia tutup usia di 91 tahun. Inilah kisah hidup dan karirnya.Slide 2 dari 28: Address book belonging to Hugh Hefner, used to record addresses and phone numbers of early notable associates, Playboy Clubs and female friends, 1956-1957. (Photo by Chicago History Museum/Getty Images)

Hugh Hefner lahir pada 9 April 1926 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Saat SMA, dia menggambar ilustrasi komik strip berjudul “School Daze.” Dia juga mendirikan koran sekolah, menunjukkan ketertarikan dasarnya pada jurnalistik.Slide 3 dari 28: Army man

Pada saat perang dunia kedua (1944-1946), Hefner terdaftar sebagai juru ketik infantri. Dia mempublikasikan karya komiknya di koran tentara Amerika Serikat.Slide 4 dari 28: American publisher Hugh Hefner smokes a pipe and holds a pamphlet while balancing a briefcase on his knee, c. 1960. (Photo by Authenticated News/Getty Images)

Setelah menyelesaikan tugas militernya, Hefner menempuh pendidikan tinggi di University of Illinois Urbana-Champaign, jurusan psikologi. Dia mengambil sub jurusan penulisan kreatif dan seni pada 1949.Slide 5 dari 28

Pada Juni 1949, Hefner menikahi teman sekelasnya, Mildred Williams yang memberinya dua anak — Christie dan David. Pasangan ini bercerai pada 1959.Slide 6 dari 28: Hugh Hefner

Pada 1951, Hefner bekerja sebaga copywriter di majalah gaya hidup pria, Esquire. Dia berhenti, setelah majalah itu menolak memberikan kenaikan gaji sebesar US$ 5.Slide 7 dari 28: Millionaire publisher of Playboy magazine Hugh Hefner poses with a bevy of bunny girls at one of America's chain of Playboy clubs. (Photo by Helmut Kretz/Getty Images)

Hefner kemudian mendirikan majalahnya sendiri dengan bantuan sahabat dan kerabatnya. Setelah mendapatkan pinjaman sebesar US$ 8 ribu, dia meluncurkan majalah Playboy pada 1953.Slide 8 dari 28: The first issue of Playboy magazine with Marilyn Monroe on the cover and signed by Hugh Hefner on page three is displayed at Julien's Auction House in Beverly Hills, California on June 22, 2015 ahead of Julien's 'Hollywood Legends Auction' on June 26th and June 27th. Hefner launched Playboy in December 1953, selling for 50 cents a copy, with this issue estimated at $3,000 - $5,000. AFP PHOTO/FREDERIC J. BROWN (Photo credit should read FREDERIC J. BROWN/AFP/Getty Images)

Menjanjikan foto-foto aktris Marilyn Monroe berwarna di halaman tengah, edisi pertama Playboy (di atas) terjual lebih dari 50 ribu eksemplar. Hefner memperoleh kesuksesan secara instan.Slide 9 dari 28

Hefner ingin Playboy berbeda dari majalah gaya hidup pria kebanyakan. Dia menginginkan majalah ini memberikan artikel gaya hidup dan citra seksual yang mencolok. Pada edisi kedua, Hefner menggunakan logo kelinci yang kini ikonik untuk memberikan identitas khas Playboy.Slide 10 dari 28

Pada tahun 1955, Playboy menerbitkan karya penulis Charles Beaumont, “The Crooked Man,” sebuah cerita pendek tentang masalah yang dihadapi seorang pria heteroseksual dalam masyarakat homoseksual fiktif. Artikel itu menimbulkan kecaman publik. Hefner menanggapinya dengan kalimat ini : “Jika salah menganiaya heteroseksual dalam masyarakat homoseksual, maka sebaliknya juga salah.”Slide 11 dari 28: Playboy Enterprises

Pada 4 Juni 1963, Hefner ditangkap setelah mempublikasikan foto bugil aktris Amerika, Jayne Mansfield dalam salah satu edisi majalah itu. Namun dakwaan dibatalkan karena juri gagal mencapai kesepakatan.Slide 12 dari 28: Enigma Hugh Hefner

Kesuksesan majalah itu meningkatkan citra Hefner di kalangan atas. Dia bersosialisasi dengan wanita-wanita kaya dan cantik. Dia menjadi ikon budaya pada 1960-an. Ketika sirkulasi majalahnya mencapai lebih dari satu juta eksemplar per bulan, Hefner membangun kerajaannya, mencakup klub pribadi, resor, agensi model dan sejumlah usaha media lainnya.Slide 13 dari 28: Hugh Hefner, American editor, publisher and founder of Playboy magazine, and his girlfriend Barbi Benton are welcomed by 'Bunny Girls' from the London Playboy Club, on their arrival at Heathrow Airport aboard his private DC 9 jetliner, which bears the Playboy logo. One Bunny Girl is wearing a Union Jack costume. (Photo by Central Press/Getty Images)

Pada tahun 1971, Playboy Enterprise menjadi perusahaan induk. Perusahaan ini melantai di bursa dengan keuntungan lebih dari US$ 10 juta.Slide 14 dari 28: The Playboy Mansion (Photo by Shane Gritzinger/FilmMagic)

Melalui perusahaannya, Hefner membeli mansion mewah pada 1971. Bernilai lebih dari US$ 1 juta, rumah besar itu dibeli Hefner dari Louis D. Statham, seorang pemain catur. Rumah besar itu kini dikenal dengan nama Playboy Mansion (gambar di atas), tempat digelarnya pesta besar-besaran bersama Playboy Bunnies, sebutan untuk model majalah itu dan selebritas terkenal lainnya. Rumah ini dijual dengan nilai US$ 100 juta pada Juni 2016 lalu kepada Daren Metropoulos, salah satu pemilik Twinkies maker, produk dari Hostess. Hefner sendiri tetap tinggal di rumah ini sampai maut menjemputnya.Slide 15 dari 28: 20 MAY 1997 - BOSTON, MASS, USA: November 1972 Playboy Playmate Lena Sj blom became the "First Lady of the Internet" after a technician working in the then-burgeoning field of digital compression scanned a shot of her and sent it to engineering labs...

Edisi November 1972 majalah ini merupakan salah satu edisi terlaris hingga saat ini. Edisi yang terjual hingga tujuh juta eksemplar di dunia ini menampilkan Pam Rawling di sampulnya, dan Lena Söderberg (gambar di atas) di halaman tengah majalah ini.Slide 16 dari 28: Tough times Hugh Hefner

Pada pertengahan 1970an, Playboy mengalami kesulitan akibat resesi dan persaingan dengan majalah sejenis seperti Penthouse. Sirkulasi majalah menurun signifikan. Perusahaan induk kemudian mengurangi usaha-usaha lain untuk tetap fokus pada majalah.Slide 17 dari 28

Facebook Comments

LEAVE A REPLY