Film ‘Naura & Genk Juara’ Penuh Pesan Positif dan Edukatif

Film ‘Naura & Genk Juara’ Penuh Pesan Positif dan Edukatif

53
0
SHARE
loading...
Rate this post

SELEBUZZ.CO.ID – Hanya sedikit film Indonesia yang menceritakan tentang petualangan anak-anak menghadapi banyak tantangan. Belakangan porsi yang sedikit itu bisa disaksikan di film ‘Naura & Genk Juara’.

Pesan positif tersebut disampaikan melalui berbagai kreativitas yang dilakukan oleh para anak-anak yang diceritakan memperjuangkan satwa alam sekaligus kepedulian terhadap teman-teman mereka.

Menurut sosok pencinta dan pemerhati anak-anak, Kak Seto, ‘Naura & Genk Juara’ berhasil membawa pesaan positif tersebut dalam filmnya.

“Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi dari film ini. Karena di tengah kehausan anak-anak terhadap film anak-anak edukatif yang mengandung unsur-unsur etika kemudian juga ada unsur art dan kreativitas dan kecerdasan psikomotorik,” ujar Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto selaku ketua umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) saat dtiemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selata, Rabu (22/11).

“Kan ada menari, ada naik gunung, dan sebagainya. Ini sungguh jawaban yang sangat menyegarkan. Kami menilai sangat positif dan tadi juga dikaitkan bukan hanya film, nanti diselenggarakan dengan adanya ipteknya,” lanjutnya.

Film ini juga kental dengan nilai edukasi dalam pesan ceritanya. Unsur tersebut berkaitan dengan kehidupan anak-anak.

“Sangat-sangat edukatif film ini. Mari kita tinjau dari sudut pandang psikologi anak. Film ini penuh dengan kegembiraan, keceriaan, dan unsur artnya juga film ini sangat tinggi. Saya yang sudah kakek-kakek ini sangat rindu sekali dengan masa anak-anak,” ungkapnya.

Pihak LPAI pun siap jika dilibatkan dalam memberi pengarahan dan menambah bobot dari unsur perlinungan dan perkembangan serta psikologis anak.

“Kami sekali lagi apresiasi, salut, mudah-mudahan tidak menimbulkan kontroversi berlebihan. Sekali lagi mari lihat dengan sudut pandang anak. Buat anak-anak ini film ‘gue banget’ kalau kata kids jaman now. Karena penuh dengan teknologi. Kaitkan dengan unsur seni, olahraga, gerakan, tarian. Salut,” tambahnya lagi.

Namun, ada beberapa netixen yang menilai bahwa ada beberapa adegan film ini yang menyinggung agama Islam. Kak Seto pun merasa tidak ada yang perlu dipermasalahkan, dilihat dari sisi pesan positif yang disampaikan kepada anak.

“Mencoba meluruskan berbagai hal yang menimbulkan keraguan bukan sekedar pada filmnya. Kami tidak ada hubungan tetapi lebih pada pandangan warga Indonesia yang mematahkan sesuatu menurut kami tidak relevan kami berpandangan pada psikolog anak yang seharusnya dapat suguhan dari film ini jadi gagal. Agar tidak kapok (para produser dan sineas),” tukas Kak Seto.

Amalia Prabowo pun selaku produser menambahkan bahwa tujuan awal film ini hanya untuk menyampailam bagaimana persahabatan dan nilai edkatif yang disampaikan secara kreatif.

“Pada dasarnya tadi kembali lagi dikembalikan ke tujuan kami, tolong dikembalikan ke konteksnya. Ini film baik kok,” tukas Amalia.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY