Hadirnya Mobil Wuling Bisa Merangsang Industri Komponen Nasional

Hadirnya Mobil Wuling Bisa Merangsang Industri Komponen Nasional

54
0
SHARE
loading...
Rate this post

SELEBUZZ.CO.IDDirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan berharap masuknya PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) mampu merangsang petumbuhan industri komponen dalam negeri.

Harapan ini bukan tanpa sebab, Wuling Motors yang menginvestasikan dana 700 juta dolar AS membangun fasilitas produksi seluas 60 hektare, yang separuhnya akan dialokasikan untuk pusat industri komponen.
Lebih lanjut, Wuling Motors juga melibatkan 20 pemain komponen lokal dan 15 pemasok lokal internasional untuk menunjang aktivitas produksi.
“Paling tidak dengan adanya Wuling, industri pendukung yang independen dapat peluang untuk tumbuh,” jawab Putu beberapa waktu lalu.
Dia pun memprediksi, hadirnya Wuling Motors di Indonesia bisa merangsang hadirnya ratusan industri komponen independen baru.
“Kita tahu, tidak sedikit industri pendukung yang cuma bisa pasok komponen ke merek tertentu saja, dengan adanya Wuling yang terbuka ini membuka suatu nuansa baru untuk industri komponen Indonesia,” imbuh dia.
Ketika ditanya soal berapa banyak jumlah industri komponen lokal yang ada di Indonesia saat ini, dia bilang jumlahnya mencapai 1.000. Sementara mengacu data Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor Indonesia (GIAMM) ada 1.550 perusahaan komponen untuk industri roda empat.
Adapun, sebaran 550 perusahaan di antaranya berada di Tier 1 dan sisanya di Tier 2 dan 3. Sementara untuk roda dua, jumlahnya hanya sekira 795 perusahaan. Sektor ini menyerap sekira 451.600 tenaga kerja.
Sementara itu, pemerintah menargetkan bahwa pasar roda empat bisa mencapai 2,5 juta unit pada 2025. Artinya, perlu adanya dukungan dari industri komponen agar target tersebut bisa terealisasi.
“Di Indonesia, per 1.000 orang baru ada sekitar 70-80 orang yang punya mobil. Sementara negara seperti Thailand itu ada di sekitaran 200 orang,” papar dia.
(end)
Facebook Comments

LEAVE A REPLY