Kak Seto Anggap Film ‘Naura & Genk Juara’ tidak Menyinggung Suatu Agama

Kak Seto Anggap Film ‘Naura & Genk Juara’ tidak Menyinggung Suatu Agama

50
0
SHARE
loading...
Rate this post

SELEBUZZ.CO.ID – Film ‘Naura & Genk Juara’ merupakan film yang menceritakan tentang perjalanan anak-anak sekolah saat berkemah. Dari perjalanan mereka tersebut, mereka mengalami berbagai tantangan, salah satunya melawan trio penjahat yang memiliki niat buruk.

Sayangnya, walaupun lebih banyak memiliki nilai positif, beberapa netizen merasa keberatan dengan beberapa adegan yang dianggap sedikit menyinggung suatu agama. Amalia Prabowo, selaku produser, mengaku ingin memberikan pesan kepada anak-anak melalui film ini tanpa ada unsur apa pun.

“Pada intinya kembali pada tujuan kami memulai film ini karena film anak banyak, tapi film anak yang sangat Indonesia sedikit. Nggak mungkin kami mengarah ke sana. Saya mendidik anak dengan muslim. Kasih kesempatan anak-anak untuk mendapatkan paparan yang positif. Yang tujuannya adalah tadi, menyebarkan semangat persahabatan yang sangat Indonesia. Kita kembalikan ke tujuan awal, ingin menyenangkan anak,” ujar Amalia saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/11)

Tidak ada maksud dalam menyinggung beberapa pihak menjadi motivasi dari film ini yang semata-mata untuk menghibur para penonton. Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto dan juga selaku ketua umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), telah menonton film yang dibintangi oleh putri Nola ‘B3’ ini pun menilai film drama musikal ini merupakan film yang memiliki nilai pesan lebih.

“Setiap masalah selalu ada penilaian. Bagaimana kita berikan pandangan ke anak. Kasih hal yang positif. Jangan cenderung dicari-cari sesuatu yang cenderung tidak relevan. Muslim tidak selalu yang jenggotan. Banyak yang klimis juga Islamnya bagus,” ungkap Kak Seto.

“Jangan mempersempit nilai Islam. Islam adalah agama yang damai. Agama yang sangat mengedepankan persahabatan. Film ini justru sudah menunjukkan, jangan lihat kulitnya, tapi Isinya yang paling dalam,” lanjut Kak Seto lagi.

Lebih lanjut Kak Seto menambahkan sebuah kritik dapat disampaikan, namun tidak berlebihan.

“Film ini menerima kritikan silakan, tapi mohon jangan terkesan hanya dicari-cari yang justru akan mematikan kreativitas produser-produser yang sudah mencoba memberikan karya di tengah kekosongan film anak, mencari jalan, terus dimatikan. Tidak baik dampaknya untuk anak-anak Indonesia,” tukasnya.

Pihak LSF pun telah mengeluarkan pernyataan resmi yang sependapat dengan pihak LPAI.

“Jika dihubung-hubungkan dengan penista agam, rasanya terlalu jauh berspekulasi. Kita tahu kalau penjahatnya muslim pun ya hanya karena dia baca doa itu. Ketika akhirnya si penjahat terkepung, salah satunya memang membaca istigfar. Tetapi sekali lagi bagi LSF, itu tidak berarti menggambarkan peleehan dan penistaan terhadap Islam,” tulis LSF.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY