Kenali 3 Jenis Sepatu Formal Pria Sesuai Fungsi dan Kegunaan

Kenali 3 Jenis Sepatu Formal Pria Sesuai Fungsi dan Kegunaan

775
0
SHARE
loading...
5 (100%) 1 vote

selebuzz.co.id – Bulan depan ada undangan ke acara pernikahan sahabat, namun kamu tidak punya sepatu formal yang layak digunakan. Tentu saja nggak mau memakai sepatu formal zaman dahulu yang bentuknya kaku, dong. Untungnya, kemunculan derby shoes, oxford shoes, dan loafers bisa dijadikan bahan pertimbangkan karena selain formal sepatu tersebut juga bisa digunakan saat sedang pergi hangout ke kafe. Namun, apa saja ya perbedaan antara ketiga sepatu tersebut, dan bagaimana cara memadupadankan sepatu itu dengan bajumu? Kita kupas disini!

1. Sepatu Derby

Sepatu formal pria yang cukup dikenal adalah model sepatu derby / derby shoes. Jenis sepatu ini biasanya dilengkapi dengan tali sepatu seperti oxford shoes. Pada derby, kamu bisa melihat bahwa tali sepatu ini menghubungkan dua bagian di sisi atas sepatu (eyelets).

Biasanya kamu bisa melihat bahwa eyelets pada derby shoes memiliki jahitan dari sisi atas, kamu bisa melihat jelas benang-benang yang menyambungkan eyelets tersebut. Hal ini biasanya disebut sebagai opened stitching.

Jahitan inilah yang membuat tali sepatu dari derby shoes bersifat lebih fleksibel, kamu bisa mengatur kekencangan sepatu yang sedang kamu kenakan dari sini. Maka dari itu, derby shoes memang seringkali ditujukan untuk kamu yang memiliki ukuran kaki yang lebar.

harga sepatu derby
Sepatu Formal Derby
Sepatu pria yang juga sering disebut sebagai blucher shoes ini, pertama kali muncul di sekitar tahun 1850-an. Awalnya ditujukan sebagai sepatu outdoor yang sering digunakan untuk berolahraga maupun berburu oleh para pria.

Derby sendiri dianggap memiliki sifat yang lebih santai dibanding oxford. Walaupun begitu, dewasa ini, derby juga kerap kali digunakan sebagai sepatu formal pria untuk ke kantor maupun ke acara penting lainnya.

Untuk mengenakan derby, kamu bisa memadukannya dengan gaya busana pria yang semi formal. Kamu bisa menggunakan celana chinos, jeans, atau blazer semi formal saat ke kantor atau hangout, sepatu derby akan melengkapi penampilanmu dengan sempurna.

2. Sepatu Oxford
Sepatu pria yang juga sering dikenal sebagai sepatu formal pria adalah oxford shoes. Sepatu yang juga disebut sebagai balmoral shoes / bals ini, muncul pada sekitar tahun 1800-an. Seperti namanya, oxford shoes pertama kali dikenal sebagai sepatu yang dipakai oleh para mahasiswa Oxford University.

Berbeda dengan derby, eyelets pada derby shoes justru tidak dijahit di sisi atas. Jahitan eyelets biasanya terdapat di sisi dalam sepatu, dan sangat tertutup (biasa disebut closed stitching). Hal inilah yang membuat kamu tidak akan melihat banyaknya benang jahitan di bagian eyelets seperti yang kamu lihat di derby.

Mengingat sifatnya yang closed stitching, kamu tidak bisa asal-asalan mengencangkan maupun mengendurkan tali sepatu agar sesuai dengan kelebaran kakimu. Maka dari itu, saat membeli sepatu oxford, pastikan agar sepatu tersebut memiliki ukuran panjang dan lebar kaki, yang sesuai.

harga sepatu formal oxford
Sepatu Formal Oxford
Oxford shoes sendiri dibagi menjadi beberapa jenis:

    • Plain Toe: jenis ini tidak memiliki banyak variasi di bagian manapun. Biasanya jenis inilah yang paling sering digunakan untuk acara formal.
    • Cap Toe: sepatu ini memiliki variasi di bagian ujung depannya (cap) berupa huruf D. Sayangnya, jenis cap toe dan segala variasinya ini rasanya kurang cocok jika akan digunakan untuk acara formal. Jadi, padukan cap toe dengan casual blazer dan celana chinos saja, ya.
    • Apron: jenis ini memiliki jahitan melingkar di bagian ujung depan sepatu. Biasanya memang jenis ini lebih banyak muncul di sepatu pria jenis loafers dan derby. Namun, oxford memiliki variasi apron di bagian ujung depannya, biasanya bisa digunakan untuk gaya busana pria yang bersifat business casual.
  • Wing Tip: untuk memudahkan dalam mengenali jenis wing tip, kamu bisa melihat jahitan berupa huruf W di bagian tengah depan sepatu. Biasanya variasi huruf W ini bersifat lebih dekoratif. Bisa dibilang bahwa jenis wing tip merupakan jenis yang paling santai dibandingkan yang lainnya.

Oxford seringkali dijadikan sepatu yang dipakai untuk acara yang sangat formal, tentu saja sebagai pengganti sepatu pantofel, namun dengan sentuhan yang lebih fleksibel. Meskipun memang lebih sering dipadukan dengan gaya busana pria yang sangat formal, seperti setelan jas, nyatanya sekarang sepatu ini juga seiring digunakan untuk acara semi formal. Jangan ragu untuk mengenakan sepatu oxford saat hangout dan acara santai lainnya.

3. Sepatu Loafers
Berbeda dengan kedua jenis sepatu formal pria sebelumnya, loafers justru tidak dilengkapi dengan tali sepatu. Sepatu ini memiliki sifat yang paling casual di antara sepatu pria lainnya, bahkan lebih santai dibanding derby.

Loafers sendiri kabarnya pertama kali muncul pada sekitar tahun 1926, karena King George VI pada waktu itu menginginkan sepasang sepatu yang lebih santai untuk digunakan di area sekitar rumah peristirahatannya.

harga sepatu loafers pria
Sepatu Loafers
Biasanya loafers digunakan saat sedang hangout dan biasanya dibuat dalam berbagai pilihan warna dan bahan. Namun, jika kamu ingin mencoba menggunakan sepatu pria satu ini ke acara yang lebih formal juga tidak ada salahnya.

Cobalah untuk memilih loafers dengan warna dan bahan yang lebih mewah, seperti kulit dan berwarna cokelat atau hitam, lalu padukan dengan gaya busana pria yang lebih rapi namun santai. Salah satu sepatu loafers formal yang populer hingga saat ini adalah yang dikeluarkan oleh Gucci.

TIPS MEMILIH SEPATU FORMAL YANG BAIK

Setelah mengetahui bedanya 3 jenis sepatu formal pria yang bisa kamu gunakan ke berbagai acara tersebut, sekarang saatnya untuk mengetahui bagaimana cara memilih sepatu formal yang tepat.

1. Kualitas Kulit Sepatu

Sebelum memperhatikan kualitas kulit sepatumu, pertama-tama cobalah untuk memutuskan apakah kamu ingin menggunakan kulit asli atau cukup kulit sintetis saja. Tentu saja kamu harus mempertimbangkan budget yang dimiliki. Jika tidak mau mengeluarkan biaya yang besar, maka kamu bisa memilih kulit sintetis saja. Namun, jika memang memperhatikan kualitas maka kamu harus mencari sepatu dengan kulit yang bagus.

Saat memilih kulit sepatu, pilihlah kulit yang lentur namun kokoh, sehingga nyaman dipakai. Biasanya untuk bahan sepatu, kulit anak sapi (calfskin) sering dijadikan sebagai pilihan utama. Bahan ini sering digunakan oleh berbagai merek sepatu ternama.

Walaupun memang harganya lebih mahal, bukan berarti kulit berkualitas tidak akan rusak. Kamu tetap harus menjaga kulit sepatumu dengan menyimpannya di tempat yang tepat dan lap atau semir secara teratur setiap seminggu sekali.

Selain itu, jangan mudah tertipu dengan sepatu yang sangat berkilau, karena tidak semua sepatu yang mengkilap adalah sepatu dengan kualitas kulit yang baik. Biasanya sepatu yang berbahan sintetis akan terasa seperti plastik saat disentuh, dan lebih mudah mengkerut saat digunakan (sepatu berkualitas juga akan berkerut, namun tidak secepat kulit sintetis).

Selain itu, kamu juga bisa mencium aroma sepatu. Jika memang berbahan dasar kulit, pasti kamu bisa mencium aroma tersebut, bukan aroma cat pabrikan.

2. Pilih Ukuran Heels yang Cukup

Jika memang kamu memiliki tinggi yang cukup, usahakan untuk tidak memilih sepatu formal pria dengan ukuran heels lebih dari 3 cm. Pakailah ukuran heels yang cukup saja, karena meskipun tujuanmu agar terlihat lebih tinggi ketika digunakan, heels yang terlalu tinggi justu akan membuat tampilanmu kurang menarik.

3. Bagian Ujung Depan Sepatu

Hindari memilih sepatu formal dengan bagian ujung depan yang aneh, misalnya bentuk yang terlalu kotak, terlalu lancip seperti sepatu Aladdin dan sebagainya. Tidak ada hal berlebihan yang terlihat baik, bukan? Jika ingin bervariasi, pilihlah model-model ujung sepatu yang bervariasi seperti yang dimiliki oleh sepatu formal jenis oxford.

(end)
Facebook Comments

LEAVE A REPLY