Malaysia Sensor Despacito

Malaysia Sensor Despacito

100
0
SHARE
loading...
Rate this post

SELEBUZZ.CO.ID – Sensor Malaysia Nilai Despacito “Tidak Islam”

Bernyanyi Tanpa Mengerti

Lirik lagu Despacito, yang dinyanyikan penyanyi Luis Fonsi, dalam bahasa Spanyol. Partai Islam Amanah yang mengecam lagu itu berargumentasi, “banyak anak kecil menyanyikan lagu itu tanpa mengerti kata-katanya.

Ada Yang Lolos

Tapi sejumlah orang Malaysia berkomentar di media sosial, bahwa ada lagu-lagu lain yang juga cabul tapi lolos sensor, karena liriknya tampak tidak berbahaya. Misalnya “Milkshake” oleh Kelis, “Whistle” oleh Flo Rida, atau hit tahun 1997 “Barbie Girl” oleh Aqua.

Sering Diputar

Sejumlah situs juga memberikan daftar lagu yang sebaiknya ditarik dari daftar pemutaran karena sering terdengar diputar di media. Misalnya “Bang Bang” oleh Ariana Granda, Jessie J and Nicki Minaj. Sebuah situs menambahkan catatan untuk lagu ini: “bukan tentang tembakan senjata.”

Urusan Politik

Sensor tidak hanya terbatas karena isi yang “berbau” seks, narkotika, alkohol atau tidak senonoh. Kata-kata “Mazel Tov”, yang dalam bahasa Ibrani berarti “semoga beruntung” disensor di Malaysia dari lagu band Black Eyed Peas yang berjudul “I Gotta Feeling.” Penyebabnya: Malaysia tidak mengakui negara Israel, tidak punya hubungan diplomatis dan melarang warganya untuk berkunjung ke Israel.

Jangan Ikutkan Kepercayaan

Kata-kata Halleluyah dalam lagu Justin Bieber “As Long As You Love Me” juga jadi korban sensor Malaysia. Tapi lagu “Take Me To Church” oleh Hozier boleh diputar. Sebuah situs online mengutip perkataan seorang mantan DJ radio milik negara yang mengatakan, jika liriknya “rancu” bisa lolos dari sensor.

Terlalu Linglung untuk Punya Adat?

Lagu Lady Gaga yang berjudul “Born This Way”, yang liriknya antara lain berbunyi: “tidak peduli homoseksual, heteroseksual atau bi, lesbian, transgender, aku dalam jalan yang benar” dinilai “menghina jika dipandang dari segi ketaatan sosial dan agama.” Itu pernah menyulut kemarahan si penyanyi, juga kelompok LGBT di Malaysia.

Kami Pilih “Tidak”

Tahun 2011, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia melarang “Undilah” (yang bermakna “pergi berikan suara”) karena isinya dinilai “menghina segmen-segmen masyarakat tertentu. Lirik lagu ini adalah campuran bahasa Malay, Inggris dan Mandarin. Videonya menampilkan sejumlah tokoh lokal (dan beberapa politisi oposisi), dan isinya mendorong rakyat untuk mendaftarkan diri dan memberikan suara.

Satu Bahasa Saja

2004 lagu-lagu Malysia yang berisi lirik dalam bahasa Inggris dilarang setelah pemerintah dikritik dan dituduh mengijinkan mereka “mencemari kemurnian dan kesucian bahasa Malaysia.” Ironisnya, sensor terhadap Despacito menyulut tumbuhnya cover version dan parodi, misalnya lagu berjudul “Incognito”, lagu lucu versi malaysia tentang pria yang diputus pacar (foto). Penulis: Brenda Haas.

(end)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY