Apakah: Membeli TV 4K Sebanding dengan Harga dan Kualitasnya?

Apakah: Membeli TV 4K Sebanding dengan Harga dan Kualitasnya?

95
0
SHARE
loading...
5 (100%) 1 vote

selebuzz.co.id – Kehadiran teknologi 4K yang digagas oleh Sony pada tahun 2012 telah membawa perubahan yang cukup signifikan. TV dengan teknologi 4K akan terlihat 4 kali lebih tajam dibandingkan resolusi HD 1080p. Masalahnya adalah, masih belum banyak penyedia konten yang menggunakan format 4K untuk tayangannya seperti layanan TV kabel dan video streaming. Apalagi kehadiran film dan game 4K juga membutuhkan perangkat tambahan seperti Blu-Ray player dan konsol game khusus. Lalu apakah membeli TV 4K cukup sebanding dengan uang yang dikeluarkan?

Perbedaan Antara Teknologi 4K dan 1080p

Kualitas video definisi tinggi HD 1080p sudah lama dikenal dan dikagumi karena kejernihannya. Bahkan 1080p dijadikan standar video/film definisi tinggi di seluruh dunia. Tapi seiring perkembangan teknologi digital, kini hadir 4K yang secara perlahan mulai meraih popularitasnya.

Resolusi teknologi TV 4K jauh lebih tinggi ketimbang HD 1080p dan mengacu pada hampir 4000 piksel horizontal. Pada rasio aspek layar 16:9, resolusi 4K berisi hampir empat kali jumlah piksel pada layar dibandingkan dengan teknologi HD 1080p.

Perhitungannya adalah, terdapat lebih dari delapan juta piksel untuk resolusi 4K, sementara untuk HD 1080P, hanya ada dua juta piksel. Perbedaan yang amat besar ini lah yang membuat teknologi 4K memiliki ketajaman hingga 4 kali lebih besar dari HD 1080p.

TV 4K Sama dengan TV UHD?

Bila diperhatikan pada gerai-gerai penjual elektronik, terutama televisi, seringkali kita bingung dengan istilah 4K dan Ultra HD (UHD). Malah beberapa penjual mengatakan bahwa keduanya adalah satu produk yang sama dan menyebutnya TV 4K UHD. Padahal kalau dilihat secara teknis, berbeda sekali.

Secara teknis, 4K adalah standar yang dikembangkan untuk film bioskop dewasa ini, yang menggunakan resolusi 4096 x 2160 pixel. Resolusi ini digunakan karena film layar lebar biasanya direkam dengan aspek ratio 1,9:1.

Sementara UHD adalah istilah yang digunakan untuk TV standar konsumen dengan resolusi 3840 x 2160 pixel, yang artinya 256 pixel lebih pendek ketimbang 4K. TV standar konsumen ini umumnya memiliki aspek ratio 1,78:1.

Secara standar internasional, Consumer Electronic Association (CEA), asosiasi yang menangani isu ini, menetapkan bahwa TV UHD adalah TV yang memiliki paling sedikit 8 juta pixel. Karena perbedaan 256 pixel yang lebih pendek ini hampir tidak bisa terlihat oleh mata telanjang, sehingga akhirnya, banyak produsen yang menggunakan istilah 4K dan UHD bersamaan.

Dari sisi marketing, istilah 4K lebih menjual dan melekat di benak konsumen, mungkin ini salah satu sebab pabrikan terus menggunakan istilah 4K UHD dalam brosur marketingnya. Jadi, jika melihat istilah 4K, UHD atau 4K Ultra HD, kita perlu cek lagi spesifikasi TV yang akan dibeli, apakah benar-benar 4K atau hanya gimmick saja.

Kelebihan TV 4K

Produsen televisi dewasa ini, baik itu perusahaan besar atau kecil, seakan sedang berlomba-lomba membuat TV 4K. Sisi baiknya antara lain, kita sebagai konsumen jadi punya banyak pilihan dan dapat membandingkan antara satu produk dengan lainnya sebelum membeli.

Televisi 4K tampil dengan teknologi yang menyerupai proyeksi digital yang digunakan oleh layar bioskop pada umumnya. Tampilan antarmukanya memang tajam saat memutar konten dalam format 4K. Film yang ditonton atau game yang sedang dimainkan jadi terkesan hidup.

Resolusi 4K ini akan lebih terasa, dan efektif tentunya, bila diputar pada televisi berlayar besar. Secara ideal, ukuran TV 4K yang dapat memaksimalkan setiap piksel yang ada, berkisar diantara 50 – 65 inci. Bila disambungkan dengan perangkat home theater, maka kita akan serasa berada didalam ruang bioskop.

Kekurangan TV 4K

Dimana ada kelebihan, tentu juga ada kekurangan. TV 4K pun tidak lepas dari sisi minus. Kehadiran resolusi yang besar ini tentunya membutuhkan ukuran konten yang besar juga. Katakan lah kita memiliki TV 4K, namun dipakai untuk menonton VCD atau DVD, dua format video yang populer di Indonesia, tentunya gambar yang dihasilkan akan pecah dan mengurangi kenikmatan menonton.

Selain itu, sumber konten juga masih menjadi masalah utama di Indonesia. Di Indonesia, masih jarang, atau malah tidak ada layanan yang menyediakan konten-konten 4K, baik itu siaran televisi maupun TV kabel. Siaran TV dalam negeri sejauh ini mayoritas masih menghadirkan resolusi standar.

Salah satu solusi untuk masalah ini adalah menonton siaran streaming, namun hal ini sedikit terkendala dengan layanan internet di Indonesia yang masih belum baik dalam mendukung aktivitas ini. Sementara TV 4K yang memiliki fitur koneksi internet tidak murah.

Satu-satunya cara mudah memaksimalkan fungsi TV 4K adalah dengan menonton film blu-ray 4K atau bermain game yang sudah mendukung teknologi ini. Tapi sayangnya, hal ini membutuhkan peralatan tambahan seperti blu-ray 4K player dan konsol game. Artinya, keluar uang lagi, dan TV 4K sendiri tidak murah.

Kesimpulan

Kesimpulan yang bisa kita berikan, sebelum membeli TV 4K, sebaiknya kita benar-benar memikirkan untung ruginya secara matang. Jangan membeli hanya karena tren saja. Pikirkan apakah TV 4K benar-benar dibutuhkan, atau cuma untuk gaya-gayaan saja ketika ada keluarga atau teman yang bertamu.

TV 4K biasanya berukuran besar, pastikan kita memiliki ruang yang cukup di rumah, jangan sampai kehadiran TV 4K malah justu membuat ruangan jadi sempit dan susah untuk bergerak. Apalagi kalau rumah kita tergolong kecil.

Bila memang yang dicari adalah kualitas, belilah TV 4K dan maksimalkan fungsinya. Pastikan juga kita masih punya cukup budget untuk membeli beberapa perangkat tambahan seperti blu-ray 4K player, konsol game dan home theater. Karena tanpa perangkat pendukung ini, TV 4K hanya akan jadi TV biasa saja.

(end)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY