Presiden Perempuan Pertama Singapura

Presiden Perempuan Pertama Singapura

38
0
SHARE
loading...
Rate this post

SELEBUZZ.CO.ID – Siapakah dia, Presiden Perempuan Pertama Singapura? Sebelum terjun ke dunia politik ia bekerja di bidang hukum pada National Trades Union Congress.

Warga etnis Melayu                                                                                        Halimah binti Yacob lahir 23 Agustus 1954. Ayahnya keturunan India, dan ibunya dari etnis Melayu. Halimah menempuh pendidikan di Singapura, sampai mendapat gelar di bidang hukum dari National University of Singapore. gelar di bidang hukum dari National University of Singapore.

Berkarir di bidang politik
Halimah mulai berkarir di bidang politik tahun 2001, ketika ia dipilih sebagai anggota parlemen oleh Jurong Group Representation Constituency (GRC). Setelah itu ia pernah menjadi menteri negara pada Departemen Pembangunan Komunitas, Remaja dan Olah Raga, juga pada Departemen Pembangunan Sosial dan Keluarga. Foto diambil setelah ia dinyatakan sebagai calon satu-satunya yang layak dipilih.

Jadi juru bicara parlemen
2013, PM Singapura Lee Hsien Loong menominasikan Halimah untuk menjadi juru bicara parlemen setelah Michael Palmer mengundurkan diri akibat skandal serong. 14 Januari 2013 ia resmi jadi juru bicara parlemen, dan jadi perempuan pertama yang menduduki posisi ini dalam sejarah Singapura. Foto: Halimah berbicara di depan pers setelah dinyatakan sebagai calon presiden satu-satunya, 11 September 2017.

Menentang Islam radikal
Selama memangku berbagai jabatan, Halimah telah menyatakan secara aktif bahwa ia menentang Islam radikal. Selain itu ia dengan jelas dan resmi mengecam organisasi teror yang menamakan diri Islamic State. Foto: Halimah Yacob saat memeriksa pasukan ketika tiba di Phnom Penh untuk kunjungan resmi tahun 2015.

Mewakili etnis minoritas
Pemilihan presiden Singapura 2017 dibatasi hanya untuk warga minoritas Melayu, berdasarkan UU yang diresmikan November 2016. Ketetapan baru memungkinkan pemilihan dibatasi hanya untuk etnis tertentu, yang anggotanya belum pernah memangku jabatan untuk lima masa jabatan berturut-turut. Foto: Halimah berjabat tangan dengan Presiden Kamboja Heng Samrin.

Melayani rakyat Singapura                                                                             Halima bersekolah di Singapore Chinese Girls School. Dia menjadi satu dari sedikit murid keturunan Melayu di sana. Dia lalu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Singapura dan mengambil jurusan hukum.

Setelah lulus, Halimah bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) sebagai pegawai di bidang legal. Dia menghabiskan waktu 30 tahun di sana sebelum akhirnya ditunjuk menjadi wakil sekretaris jenderal.

Halimah kemudian terjun ke dunia politik atas desakan Perdana Menteri Goh Chok Tong. Dia pernah dinominasikan dan memenangkan empat pemilihan umum sejak masuk ke dunia politik, seperti kursi di Jurong GRC dan Marsiling-Yew Tee GRC.

Karir Halimah di bidang politik berkembang dengan pesat. Pada 2011 dia ditunjuk sebagai Menteri Negara di Kementerian Pengembangan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga. Kemudian pada 2013, dia ditunjuk sebagai perempuan pertama Ketua Parlemen Singapura.

Pada 2017, Halimah memberanikan diri maju dalam pemilihan presiden dan memenangkan jabatan tersebut pada 11 September. Kini Halimah sedang mempersiapkan diri untuk pengukuhan presiden yang akan dilakukan Rabu (13/9).

Saat ditanya tujuan utamanya mengikuti pemilihan umum, tanpa ragu Halimah menjawab, “Saya ingin melayani rakyat Singapura dan negri ini. Itu tujuan utama saya tak ada yang lain”.

(end)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY