Simak penyesuaian tarif KRL yang berlaku hari ini

Simak penyesuaian tarif KRL yang berlaku hari ini

34
0
SHARE
loading...
5 (100%) 1 vote

selebuzz.co.id – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) pada awal tahun ini melakukan mekanisme penyelarasan tarif atau fare adjustment. Pemberlakuan mekanisme anyar akan diterapkan mulai hari ini, Senin 8 Januari 2018.

Sebelumnya, pengguna KRL dengan Tiket Harian Berjaminan (THB) turun di stasiun selain tujuannya atau menempuh jarak lebih jauh dari tarif yang sudah dibayar di loket atau vending machine akan dikenai penalti atau denda sebesar Rp 10.000 yang diambil dari biaya jaminan kartu.

Mekanisme penalti tersebut tidak berlaku lagi bersamaan dengan berlakunya penyelarasan tarif. Pengguna THB yang turun di stasiun dengan jarak yang lebih jauh dari tarif yang tertera pada tiket hanya perlu membayar selisih antara tarif yang dibayarkan pada transaksi awal dengan tarif yang seharusnya.

Proses penyesuaian tarif ini dapat dilakukan melalui mesin penyelaras tarif atau vending machine fare adjustment, maupun loket dua arah yang letaknya di dekat gate elektronik keluar stasiun. Saat ini sudah tersedia 26 mesin penyelaras tarif di 25 stasiun.

Sementara penyelesaian kekurangan tarif di sejumlah stasiun lain yang belum tersedia mesin dapat diselesaikan di loket dua arah atau pengguna akan dibantu petugas dalam melakukan penyelarasan tarif ke loket.

Seiring berlakunya mekanisme penyelarasan tarif tersebut, pengguna KMT juga akan semakin diuntungkan dengan berkurangnya saldo minimum dari sebelumnya Rp 13.000 menjadi Rp 5.000.

“Dengan turunnya saldo minimum KMT tersebut, kini PT KCI juga telah menyiapkan penjualan KMT baru dengan harga yang lebih rendah,” ujar Eva Chairunisa, VP Corporate Communication PT KCI dalam siaran pers, Senin (8/1).

Jika sebelumnya tanpa program khusus pengguna dapat membeli KMT baru seharga Rp 50.000 dengan hitungan Rp 20.000 biaya kartu dan saldo pada kartu sebesar Rp 30.000, maka mulai hari ini pengguna dapat membeli tiket KMT baru dengan harga yang lebih rendah yakni Rp 25.000 dengan hitungan biaya kartu sebesar Rp 20.000 dan saldo pada kartu sebesar Rp 5.000.

Pemberlakuan kebijakan penurunan saldo minimum KMT tersebut diharapkan melalui hadirnya mesin penyelaras tarif merupakan bentuk peningkatan pelayanan dari KCI terkait sistem transaksi tiket dan diharapkan dapat terus meningkatkan angka penggunaan tiket berlangganan sistem saldo yakni KMT.

Selain itu, penggunaan KMT sudah tentu menguntungkan pengguna agar tidak perlu selalu bolak-balik ke loket setiap akan melakukan perjalanan KRL untuk mengisi tarif dan menukarkan jaminan kartu seperti jika pengguna memakai Tiket Harian Berjaminan (THB).

(end)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY