Surga Para Pendaki

Surga Para Pendaki

38
0
SHARE
loading...
Rate this post

SELEBUZZ.CO.ID – Lombok memang tersohor karena pantai-pantainya, Namun daratan utama pulau ini juga menawarkan surga bagi para pendaki. Mari menjelajah indahnya dunia Gunung Rinjani yang menjulang di Lombok.

Lombok kaya akan cerita dan legenda para raja tua serta peradaban kuno. Di mata kebanyakan orang, Lombok bagai sang puteri tidur: misterius dan sangat menggoda. Teluk yang tersembunyi, pantai pasir putih yang terpencil, panorama bak lukisan, dan ribuan rahasia lain menunggu untuk dikuak oleh mereka yang berani mengunjunginya.

Lombok sempat tenggelam dibalik bayangan sang tetangga dan pusat wisata papan atas Bali. Kini, persepsi populer tentang Lombok mulai berubah seraya semakin padatnya Pulau Dewata. Para pengunjung mulai menjauhi versi surga yang sudah terlalu banyak mengalami pengembangan dan modernisasi itu dan menuju ke Lombok yang relatif belum terjamah. Tujuannya adalah untuk menemukan keindahan yang tak lekang oleh waktu dari kehidupan pedesaan dan lingkungan alam yang mencengangkan.

Menjelajahi dan mendaki rute pedesaan, mengunjungi hutan-hutan yang tersembunyi, dan menemukan air terjun serta telaga untuk berenang terbilang mudah. Bagi Anda yang mencari tantangan, mendaki lereng-lereng Gunung Rinjani yang menjulang bisa menjadi pilihan. Belum lagi kesempatan menyaksikan upacara-upacara mistis yang dihelat di bawah sinar rembulan dan menikmati kedamaian Rinjani di bawah langit Asia.

Menyaksikan matahari perlahan terbit dan menyinari puncak-puncak Gunung Agung, Bromo, dan Merapi di kejauhan adalah pengalaman yang wajib dikoleksi oleh mereka yang gemar menjelajah.

Gunung Rinjani mendominasi Lombok dan merupakan gunung berapi yang masih aktif setelah terakhir kali meletus pada tahun 2010. Namun, asap yang sering terlihat mengepul dari gunung api ini tidak menyurutkan semangat para petani setempat yang intensif bercocok tanam di lereng-lerengnya. Tidak henti pula aliran pendaki yang mengunjungi puncak gunung untuk mengagumi danau kaldera Rinjani, Segara Anak.

Legenda menceritakan, pada suatu hari keluarga monyet bermain dengan sang bulan. Kemudian monyet-monyet itu mulai memperebutkan sang bulan, namun tidak satupun di antara mereka bersedia untuk melepaskan pegangannya. Tak pelak, sang bulan pecah menjadi tiga bagian: Satu potong menjadi Gunung Merapi di Jawa, satu menjadi Gunung Agung di Bali, dan potongan yang terakhir menjadi Gunung Rinjani di Lombok, yang menjadi kediaman Dewi Anjani.

Legenda-legenda dan kepercayaan mistis ini tetap hidup lewat beragam festival tahunan di Lombok. Festival ini diselenggarakan untuk menghormati sang dewi dan menjadi ajang persembahan kepada para dewa dan Gunung Rinjani. Prosesi-prosesi dengan aneka warna berlangsung terutama di pantai barat, di mana Hinduisme Bali bercampur dengan kepercayaan asli Lombok yang dianut masyarakat Sasak dalam bentuk paduan pemujaan dan lambang-lambang animisme.

Rinjani oleh masyarakat Sasak dan juga oleh orang Bali, dianggap sebagai tempat kediaman dewa-dewa. Pemujaan ini mudah dimengerti karena dalam kemegahannya ada keindahan yang menakutkan, dan dalam kelimpahan kekayaannya ada juga ancaman kekurangan. Seperti dewa-dewa kuno, gunung berapi ini memiliki kekuatan untuk menjatuhkan hujan harta dan kesuburan atau api dan ketakutan kepada para pemujanya.
Rinjani adalah salah satu dari beberapa taman nasional gunung berapi di Indonesia.

Diresmikan pada tahun 1997, Taman Nasional Gunung Rinjani kini sedang mencoba untuk meninggikan statusnya melalui UNESCO. Pemerintah Indonesia juga hendak mencoba membuatnya menjadi “taman geo” yang pertama di Indonesia. Berhasil atau tidak, usaha untuk memperoleh pengakuan atas Rinjani ini hanyalah satu contoh dari rasa hormat masyarakat setempat dan pemerintah Indonesia atas kekuatan daya tarik serta rahasia dari monumen geografis yang agung ini.

Sebagai gunung berapi aktif dan puncak kedua tertinggi dari rangkaian gunung api yang dikenal sebagai Cincin Api, Rinjani dapat menjadi tantangan tersendiri bagi para pendaki, namun sebagian besar yang mencoba umumnya mampu mencapai puncak. Di sisi lain, menjelajahi gunung berapi ini telah menjadi lebih dari sekedar tantangan tunggal. Dengan masalah-masalah ekologi dan etika yang makin mengemuka, pemerintah setempat kini mendorong berbagai aturan yang menyokong kehidupan para pemandu dan porter setempat. Sebaliknya, mereka juga berusaha meningkatkan eko-wisata dan belajar dari wilayah dan negara tetangga mereka tentang bahaya parawisata yang tak terkendali.

Mendaki selama tiga hari akan memperkenalkan para pendaki kepada ekosistem kompleks yang menghidupi, dan terkadang me-ngancam, desa-desa di wilayah ini. Lereng-lereng Rinjani yang lebih rendah digarap secara intensif. Tanahnya yang subur terbukti sempurna sebagai lahan bercocok tanam padi, kedelai, kopi, tembakau, kayu manis, dan vanili, sehingga menciptakan lumbung makanan yang ideal untuk pulau ini.

Kegiatan manusia ini bersinergi dengan hutan hijau di lereng gunung dan langit di atasnya dan siklus air di pulau ini adalah hasil dari hubungan dinamis di antara daratan, laut, dan langit. Keindahan Rinjani membuatnya pantas diberi gelar “Puteri Tidur” pariwisata Indonesia. Menaklukan gunung berapi yang hidup ini juga bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

10 TIPS MENDAKI GUNUNG RINJANI

  1. Jangan mendaki tanpa pemandu dan pastikan pemandu memiliki izin memandu yang sah.
  2. Jika Anda membawa grup yang akan bermalam di gunung, pastikan alat mereka sesuai standar.
  3. Sejumlah titik teduh dalam rute mendaki tidak terkelola dengan baik jadi bawa kantung sampah sendiri.
  4. Rute mendaki Gunung Rinjani memang indah, tetapi beberapa titik cukup membahayakan. Perhatikan jalur yang ada dan simaklah arahan dari pemandu.
  5. Pastikan Anda cukup kuat untuk mendaki. Tidak ada yang menyediakan alat bantu di jalur pendakian.
  6. Bawa air minum yang cukup.
  7. Bawa kotak bantuan pertama dan antihistamin untuk menangkal gigitan serangga.
  8. Mendakilah dengan perlahan-lahan dan jangan mengganggu penghuni hutan atau pendaki lain dengan suara keras.
  9. Jangan lupa memakai tabir surya.
  10. Siapkan persediaan untuk rute cadangan dan tinggalkan informasi kontak Anda di hotel.

'

(end)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY