Universitas yang Didirikan Yohanes Surya Utang Rp 16 Miliar, Mahasiswa Resah

Universitas yang Didirikan Yohanes Surya Utang Rp 16 Miliar, Mahasiswa Resah

85
0
SHARE
loading...
Rate this post

Perguruan tinggi yang didirikan Profesor Yohanes Surya, ahli fisika ternama negeri ini, Universitas Surya, mulai ditinggalkan mahasiswa dan dosen-dosennya.

Hal itu terjadi karena Universitas Surya terjerat utang kredit tanpa agunan di Bank Mandiri Rp 16 miliar.

Menurut Sri Suri, orang tua seorang mahasiswa teknik fisika angkatan 2014, dia terpaksa memindahkan anaknya perguruan tinggi lain.

“Masalah keuangan yang menerpa kampus sudah terlalu berat. Saya khawatir dengan masa depan anak saya,” katanya saat ditemui Tempo pada pertengahan Juni lalu.

Sri Suri tak sendiri. Gelombang kepindahan mahasiswa menerpa Universitas Surya.

“Yang mengurus bersama saya saja 17 orang tua”.

Pangkal penyebab kepindahan itu adalah jerat utang Universitas Surya kepada Bank Mandiri. Kampus yang mulai menggelar perkuliahan pada September 2013 itu masih memiliki kewajiban membayar sekitar Rp 16 miliar. Utang itu hasil kredit tanpa agunan berupa student loan yang pengajuannya dilakukan orang tua mahasiswa.

Berdasarkan data Bank Mandiri, nilai student loan yang dihimpun Universitas Surya mencapai Rp 43,5 miliar dari 300 orang tua. Jumlah itu sekitar seperempat dari jumlah total mahasiswa 1.247 orang.

Masalahnya, ketidakmampuan kampus membayar ikut menyeret orang tua mahasiswa. Sebab, orang tualah yang menandatangani pengajuan kredit tanpa agunan (KTA) tersebut.

Sejak awal Mei hingga pertengahan Juli lalu, Tempo menemui lebih dari 30 orang tua mahasiswa Universitas Surya. Semuanya kini berstatus collect 5 alias memiliki kredit macet.

Salah satunya adalah Danang Widodo, orang tua mahasiswa jurusan biologi angkatan 2014. Danang mengaku menandatangani kredit tanpa agunan senilai Rp 144 juta pada September 2013. Penandatanganan itu sebagai persyaratan wajib karena anaknya mendapat beasiswa penuh.

Menurut Danang, pihak kampus dan Bank Mandiri mengatakan pengajuan KTA itu hanya formalitas.

“Mereka bilang kampuslah yang berutang dan akan membayar segala tagihan,” ujarnya.

Keterangan yang sama disampaikan lebih dari 20 orang tua penerima beasiswa yang ditemui Tempo.

Saat ditemui , Yohanes Surya mengatakan optimistis bisa mengatasi masalah keuangan lembaganya.

Doktor lulusan College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat ini, meyakini kampusnya bakal bangkit kembali.

“Sebentar lagi masalah ini akan selesai,” ucapnya. Kampus Universitas Surya berada di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY