Wisata ke Jayapura

Wisata ke Jayapura

65
0
SHARE
loading...
Rate this post

SELEBUZZ.CO.ID – Dari profil megah puncak-puncak gunung bermahkota awan hingga pantai-pantai yang indah di tepi Samudra Pasifik, Jayapura kaya akan pemandangan alami yang nikmat di mata. Namun, sebagai kota terbesar di Papua, pemandangan indah hanyalah sebagian dari pesonanya.

Di bawah, pemandangan yang mengagumkan terbentang di depan Anda. Gunung-gunung dengan puncak-puncaknya yang menjulang berkarpet hijau menjadi keemasan karena cahaya pertama matahari dan mengelilingi dua badan air-satu danau, yang lain lautan yang terluas di planet kita-yang bersinar dengan kebiruan yang sangat tajam. Mata kita akan terpesona selama bermenit-menit dan kemudian, akhirnya, Anda mendarat.

Keindahan Danau Sentani yang memukau, namun hanya sepelemparan batu dari bandara, merupakan cukup alasan bagi wisatawan untuk singgah dalam perjalanan mereka ke pusat kota. Namun, bahkan sebelum Anda mencapai danau itu sendiri, Anda mungkin akan menyerah pada bujukan pemandu lokal, teman atau pengemudi Anda dan akhirnya mengadakan kunjungan tak terjadwal ke Monumen MacArthur di puncak Gunung Ifar. Dibangun untuk memperingati kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Jenderal AS Douglas MacArthur selama pertempuran Perang Dunia II di belahan Asia Pasifik, tempat ini sebenarnya lebih berkesan untuk panorama danaunya daripada tugu peringatan berbentuk perisai setinggi tiga meter itu.

Cara menikmati Danau Sentani yang tidak membuat kaki basah adalah dengan bersantap di salah satu restoran yang mengelilingi danau. Di tempat ini, restoran Aseifa dan Yougwa lebih populer daripada yang lain, meskipun menu di semua restoran di sini pada umumnya sama. Ikan segar danau maupun laut, yang disertai dengan seporsi papeda, makanan pokok tradisional pesisir Papua, yang lengket bergumpal, adalah hidangan utamanya.

Namun sayang bila kesan dari danau ini berhenti dengan seporsi ikan yang lezat. Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengalami Sentani dibandingkan dengan mengunjungi desa-desa di pinggir danau ini. Sekedar pedoman: semakin terpencil lokasinya, semakin indah pemandangannya. Naiklah ke salah satu perahu butut di dermaga dan mintalah untuk dibawa mengelilingi danau yang tenang ini, dengan segala pesona maupun luasnya dan dihuni oleh penduduk asli yang santai. Anda hampir tidak akan menyadari waktu bergulir.

Ketenangan tersebut sangat kontras dengan apa yang akan Anda alami di Abepura, yang terletak di tengah-tengah Sentani dan Jayapura. Sebagai daerah perdagangan dan pendidikan yang tengah berkembang cepat, Abepura adalah tempat yang agak lebih ingar-bingar dan memiliki lalu lintas yang lebih rumit, keriuhan jalan tak berujung, dan simfoni sumbang musik keras dan klakson mobil. Namun menjulang di balik semua kekacauan ini bertengger Pegunungan Cyclops, raksasa-raksasa kapur menjulang yang belang-belang oleh hutan hujan yang rimbun dan yang sangat dicintai oleh kaum naturalis dan penggemar keanekaragaman hayati. Puncak-puncak ini dapat menjadi sumber relaksasi di tengah semua hiruk-pikuk kota. Di sisi lain, ada Skyline…

Kebanyakan orang yang mampir di Skyline memilih salah satu gubuk penjual kelapa, memesan sebuah kelapa muda (fakta: mungkin harus membayar dua kali lipat untuk tambahan sirup atau susu kental manis), dan duduk di bangku dengan mata terpaku pada pepohonan di bawah dan berbagai warna biru yang pecah di hamparan cakrawala. Skyline menawarkan sudut pandang yang cakupannya bisa dibilang tak ada duanya, dari kota Jayapura ke paling kiri, ke Teluk Humboldt raksasa dan keturunan geologisnya, Teluk Yotefa (AKA “teluk dalam teluk”), dan sekilas Sentani di kanan Anda.

Sebuah lokasi yang strategis untuk markas wisata Jayapura Anda, pusat kota dapat dijelajahi dengan berjalan kaki dan ada cukup banyak hotel di sini. Hotel terbaru di kawasan ini adalah Horison, yang lokasinya hanya beberapa menit terletak dari jalan raya utama. Di dekatnya berdiri Aston, yang cenderung menargetkan pelancong bisnis, dan Hotel Yasmin, serta Hotel Matoa yang telah ada lebih lama dari hotel lain di Papua. Setelah semua beres, saatnya untuk mengenal Jayapura dengan lebih dekat.

Untuk urusan pasar lokal, Pasar Sementara Mama Mama Papua di jalan utama akan memberi Anda gambaran yang lengkap tentang perilaku orang Papua dalam suasana perdagangan. Para pembeli dan penjual di sini bertukar barang-barang rumah tangga, ikan segar, dan bahan makanan pokok, pasar ini penuh dengan energi sampai jauh malam. Untuk busana lokal tradisional (Tidak hanya koteka atau selubung alat kelamin lelaki klasik yang dikenakan oleh suku Papua tradisional) serta karya seni dan kerajinan, Pasar Hamadi adalah tempat untuk melihat-lihat dan tawar-menawar.

Untuk makan malam, pemasok makanan laut segar seperti Rumah Makan Maros yang terkenal dengan kerapu panggang dan empat sambalnya, adalah tempat favorit penduduk setempat. Dan meskipun Jayapura tidak benar-benar terkenal karena makanan jalanannya, Nasi Kuning Mandra umumnya menjadi restoran yang menggebrak radar kuliner pengunjung Jayapura. Dengan beberapa cabang buka di beberapa tempat di kota ketika senja tiba, porsi besar beras kuning dan daging di tempat ini layak dicicipi. Cabang yang paling populer terletak di daerah Dok V. Dalam perjalanan ke sana Anda akan disuguhi kilauan lampu-lampu di teluk-teluk kecil dan kota Jayapura yang cantik.

Habiskan malam melihat penduduk setempat berkeliaran, berbaur, dan makan di Kursi Panjang (Kupang), nama yang menempel berkat deretan tempat duduknya yang sangat panjang yang menghadap ke Teluk. Terletak wilayah Dok II tepat di depan kantor gubernur, penampilan Kupang terkesan sederhana, namun tempat ini bermetamorfosa menjadi pusat denyut jantung kota.

Jika Anda lebih menyukai tempat yang lebih terpencil, kunjungi Polimak Hill, salah satu titik Jayapura yang tertinggi. Di sinilah, huruf yang besar-besar dengan gaya Hollywood yang berbunyi “Kota Jayapura” berdiri diterangi lampu-lampu di antara menara sinyal dan siaran. Di bukit ini, ada pemandangan yang tak ada duanya dari seluruh kota terbentang di bawah, lampu-lampu kota seperti titik-titik terang di kanvas yang hitam legam, bebas dari hingar-bingar kota besar.

Di pagi hari, matahari terbit yang spektakuler dapat dinikmati di puncak Angkasa, satu lagi puncak signifikan di kota perbukitan ini. Dinamakan demikian karena sensasi tinggi di langit yang ditawarkan. Tempat ini adalah tempat yang sempurna untuk sedikit melangkah mundur dari kehidupan, dan juga suatu kesempatan untuk mengambil foto-foto yang indah. Kalau cuaca memungkinkan – karena tak ada yang lebih tak terduga di Jayapura daripada cuaca – Anda pasti akan terpesona oleh hamparan toska dan biru yang tak terbatas yang merupakan bibir Pasifik di hari yang cerah. Di sini, burung sesekali melesat tinggi ke angkasa, ditambah rombongan kupu-kupu yang mencari makan di semak-semak. Sementara itu, di bawah cakrawala, rumah-rumah, bangunan di kota serta kapal-kapal terbentang di depan Anda, bentuknya yang disinari matahari serta bayang-bayangnya yang gelap menghiasi permukaannya yang sangat berkontur.

Bila Anda merasa sudah cukup cukup menikmati semua kemegahan ini, saatnya untuk turun lagi, mencari tempat sarapan dan mempertimbangkan untuk berjalan-jalan di sepanjang pantai. Akan tetapi, untuk itu Anda mungkin berharap bahwa Anda dapat meluangkan lebih dari hanya satu hari.

(end)

 

 

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY